WELCOME TO MY WORLD

Sabtu, 19 Juli 2008

TUGAS FILSAFAT : Sokrates, Plato,Aristoteles, Thomas Aquinas dan Spinoza

  1. Sokrates

Socrates (Bahasa Yunani Σωκράτης, Sǒcratēs) (470 SM - 399 SM) adalah filsuf dari Athena, Yunani dan merupakan salah satu figur tradisi filosofis Barat yang paling penting. Socrates lahir di Athena, dan merupakan generasi pertama dari tiga ahli filsafat besar dari Yunani, yaitu Socrates, Plato dan Aristoteles. Socrates adalah yang mengajar Plato, dan Plato pada gilirannya juga mengajar Aristoteles.

Socrates diperkirakan berprofesi sebagai seorang ahli bangunan (stone mason) untuk mencukupi hidupnya. Penampilan fisiknya pendek dan tidak tampan, akan tetapi karena pesona, karakter dan kepandaiannya ia dapat membuat para aristokrat muda Athena saat itu untuk membentuk kelompok yang belajar kepadanya.

Metode pembelajaran Socrates bukanlah dengan cara menjelaskan, melainkan dengan cara mengajukan pertanyaan, menunjukkan kesalahan logika dari jawaban, serta dengan menanyakan lebih jauh lagi, sehingga para siswanya terlatih untuk mampu memperjelas ide-ide mereka sendiri dan dapat mendefinisikan konsep-konsep yang mereka maksud dengan mendetail.

Socrates sediri tidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Kebanyakan yang kita ketahui mengenai buah pikiran Socrates berasal dari catatan oleh Plato, Xenophone (430-357) SM, dan siswa-siswa lainnya.

Salah satu catatan Plato yang terkenal adalah Dialogue, yang isinya berupa percakapan antara dua orang pria tentang berbagai topik filsafat. Socrates percaya bahwa manusia ada untuk suatu tujuan, dan bahwa salahbenar memainkan peranan yang penting dalam mendefinisikan hubungan seseorang dengan lingkungan dan sesamanya. Sebagai seorang pengajar, Socrates dikenang karena keahliannya dalam berbicara dan kepandaian pemikirannya. Socrates percaya bahwa kebaikan berasal dari pengetahuan diri, dan bahwa manusia pada dasarnya adalah jujur, dan bahwa kejahatan merupakan suatu upaya akibat salah pengarahan yang membebani kondisi seseorang. Pepatahnya yang terkenal: "Kenalilah dirimu". dan

Socrates percaya bahwa pemerintahan yang ideal harus melibatkan orang-orang yang bijak, yang dipersiapkan dengan baik, dan mengatur kebaikan-kebaikan untuk masyarakat. Ia juga dikenang karena menjelaskan gagasan sistematis bagi pembelajaran mengenai keseimbangan alami lingkungan, yang kemudian akan mengarah pada perkembangan metode ilmu pengetahuan.

Socrates percaya akan gagasan mengenai gaya tunggal dan transenden yang ada di balik pergerakan alam ini. Dengan demikian, Socrates memiliki pandangan yang bertentangan dengan kepercayaan umum masyarakat Yunani saat itu, yaitu kepercayaan pada kuil (oracle) dari dewa-dewa.

Pandangan yang ia bawa tersebut akhirnya membuatnya dipenjara dengan tuduhan merusak ahlak pemuda-pemuda Athena. Pengadilan dan cobaan yang dialaminya digambarkan dalam catatan Apology oleh Plato, sedangkan serangkaian percakapannya dengan para siswanya ketika ia dipenjara digambarkan dalam Phaedo, juga oleh Plato. Bagaimanapun, Socrates dinyatakan bersalah dan ia ditawarkan untuk bunuh diri dengan meminum racun. Penawaran tersebut diterimanya dengan tenang, meskipun para siswanya telah berulangkali membujuknya untuk melarikan diri. Menurut Phaedo, Socrates meninggal dengan tenang dengan dikelilingi oleh kawan-kawan dan siswanya

2. Plato

Filosof Yunani kuno Plato tak pelak lagi cikal bakal filosof politik Barat dan sekaligus dedengkot pemikiran etika dan metafisika mereka. Pendapat-pendapatnya di bidang ini sudah terbaca luas lebih dari 2300 tahun. Tak pelak lagi, Plato berkedudukan bagai bapak moyangnya pemikir Barat,

Plato dilahirkan dari kalangan famili Athena kenamaan sekitar tahun 427 SM. Di masa remaja dia berkenalan dengan filosof kesohor Socrates yang jadi guru sekaligus sahabatnya. Tahun 399 SM, tatkala Socrates berumur tujuh puluh tahun, dia diseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar berbuat brengsek dan merusak akhlak angkatan muda Athena. Socrates dikutuk, dihukum mati. Pelaksanaan hukum mati Socrates --yang disebut Plato "orang terbijaksana, terjujur, terbaik dari semua manusia yang saya pernah kenal"-- membikin Plato benci kepada pemerintahan demokratis.

Tak lama sesudah Socrates mati, Plato pergi meninggalkan Athena dan selama sepuluh-duabelas tahun mengembara ke mana kaki membawa.

Sekitar tahun 387 SM dia kembali ke Athena, mendirikan perguruan di sana, sebuah akademi yang berjalan lebih dari 900 tahun. Plato menghabiskan sisa umurnya yang empat puluh tahun di Athena, mengajar dan menulis ihwal filsafat. Muridnya yang masyhur, Aristoteles, yang jadi murid akademi di umur tujuh belas tahun sedangkan Plato waktu itu sudah menginjak umur enam puluh tahun. Plato tutup mata pada usia tujuh puluh.

Plato menulis tak kurang dari tiga puluh enam buku, kebanyakan menyangkut masalah politik dan etika selain metafisika dan teologi. Tentu saja mustahil mengikhtisarkan isi semua buku itu hanya dalam beberapa kalimat. Tetapi, dengan risiko menyederhanakan pikiran-pikirannya, saya mau coba juga meringkas pokok-pokok gagasan politiknya.yang dipaparkan dalam buku yang kesohor, Republik, yang mewakili pikiran-pikirannya tentang bentuk masyarakat yang menurutnya ideal.

Bentuk terbaik dari suatu pemerintahan, usul Plato, adalah pemerintahan yang dipegang oleh kaum aristokrat. Yang dimaksud aristokrat di sini bukannya aristokrat yang diukur dari takaran kualitas, yaitu pemerintah yang digerakkan oleh putera terbaik dan terbijak dalam negeri itu. Orang-orang ini mesti dipilih bukan lewat pungutan suara penduduk melainkan lewat proses keputusan bersama. Orang-orang yang sudah jadi anggota penguasa atau disebut "guardian" harus menambah orang-orang yang sederajat semata-mata atas dasar pertimbangan kualitas.

Plato percaya bahwa bagi semua orang, entah dia lelaki atau perempuan, mesti disediakan kesempatan memperlihatkan kebolehannya selaku anggota "guardian". Plato merupakan filosof utama yang pertama, dan dalam jangka waktu lama nyatanya memang cuma dia, yang mengusulkan persamaan kesempatan tanpa memandang kelamin. Untuk membuktikan persamaan pemberian kesempatannya, Plato menganjurkan agar pertumbuhan dan pendidikan anak-anak dikelola oleh negara. Anak-anak pertama-tama kudu memperoleh latihan fisik yang menyeluruh, tetapi segi musik, matematika dan lain-lain disiplin akademi tidak boleh diabaikan. Pada beberapa tahap, ujian ekstensif harus diadakan. Mereka yang kurang maju harus diaalurkan untuk ikut serta terlibat dalam kegiatan ekonomi masyarakat, sedangkan orang-orang yang maju harus terus melanjutkan dan menerima gemblengan latihan. Penambahan pendidikan ini harus termasuk bukan cuma pada mata pelajaran akademi biasa, tetapi juga mendalami filosofi yang oleh Plato dimaksud menelaah doktrin bentuk ideal faham metafisikanya.

Pada usia tiga puluh lima tahun, orang-orang ini yang memang sudah betul-betul meyakinkan mampu menunjukkan penguasaannya di bidang teori-teori dasar, harus menjalani lagi tambahan latihan selama lima belas tahun, yang mesti termasuk bekerja mencari pengalaman praktek. Hanya orang-orang yang mampu memperlihatkan bahwa mereka bisa merealisir dalam bentuk kerja nyata dari buku-buku yang dipelajarinya dapat digolongkan kedalam "kelas guardian." Lebih dari itu, hanya orang-orang yang dengan jelas bisa. menunjukkan bahwa minat utamanya adalah mengabdi kepada kepentingan masyarakatlah yang bisa diterima ke dalam. "kelas guardian."

Keanggotaan guardian tidak dengan sendirinya menarik perhatian masyarakat. Sebab, jadi guardian tidaklah banyak mendapatkan duit. Mereka hanya dibolehkan memiliki harta pribadi dalam jumlah terbatas dan tak boleh punya tanah buat rumah pribadinya. Mereka menerima gaji tertentu dan tetap (itu pun dalam jumlah yang tak seberapa), dan tidak dibolehkan punya emas atau perak. Anggota guardian tidak diperkenankan punya famili yang terpisah tempatnya, mereka harus makan berbareng, punya pasangan bersama. Imbalan buat pentolan-pentolan filosof ini bukannya kekayaan melainkan kepuasan dalam hal melayani kepentingan umum. Begitulah ringkasnya sebuah republik yang ideal menurut Plato.

Republik terbaca luas selama berabad-abad. Tetapi harus dicatat, sistem politik yang dianjurkan didalamnya belum pernah secara nyata dipraktekkan sebagai model pemerintahan mana pun. Selama masa antara jaman Plato hingga kini, umumnya negara-negara Eropa menganut sistem kerajaan. Di abad-abad belakangan ini beberapa negara menganut bentuk pemerintah demokratis. Ada juga yang menganut sistem pemerintahan militer, atau di bawah tiran demagog seperti misalnya Hitler dan Mussolini. Tak satu pun pemerintahan-pemerintahan ini punya kemiripan dengan republik ideal Plato. Teori Plato tak pernah jadi anutan partai politik mana pun, atau jadi basis gerakan politik seperti halnya terjadi pada ajaran-ajaran Karl Marx, apakah dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa hasil karya Plato, kendati diperbincangkan dengan penuh penghargaan, sebenarnya sepenuhnya disisihkan orang dalam praktek? Saya pikir tidak.

Memang benar, tak satu pun pemerintahan sipil di Eropa disandarkan atas model Plato secara langsung. Namun, terdapat persamaan yang mengagumkan antara posisi gereja Katolik di Eropa abad tengah dengan "kelas guardian" Plato. Gereja Katolik abad pertengahan terdiri dari kaum elite yang mempertahankan diri sendiri agar tidak layu dan tersisihkan, yang anggota-anggotanya mendapat latihan-latihan filosofis resmi. Pada prinsipnya, semua pria, tak peduli dari mana asal-usulnya dapat dipilih masuk kependetaan (meski tidak untuk wanita). Juga pada prinsipnya, para pendeta itu tak punya famili dan memang diarahkan semata-mata agar mereka memusatkan perhatian pada kelompok mereka sendiri, bukannya nafsu keagungan disanjung-sanjung.

Peranan partai Komunis di Uni Soviet juga ada yang membandingkannya dengan "kelas guardian" Plato dalam dia punya republik ideal. Di sini pun kita temukan kelompok elite yang kesemuanya terlatih dengan filosofi resmi.

Gagasan Plato juga mempengaruhi struktur pemerintahan Amerika Serikat. Banyak anggota konvensi konstitusi Amerika mengenal dan tak asing dengan gagasan-gagasan politik Plato. Dia maksud, sudah barang tentu, agar Konstitusi Amerika Serikat membuka kemungkinan menggali dan mempengaruhi kehendak rakyat. Dan juga diinginkan sebagai sarana memilih orang-orang yang paling bijak dan paling baik untuk memerintah negara.

Kesulitan menentukan arti penting pengaruh Plato sepanjang masa --meski luas dan menyebar-- adalah ruwet dipaparkan dan bersifat tidak langsung. Sebagai tambahan teori politiknya, diskusinya di bidang etika dan metafisika telah mempengaruhi banyak filosof yang datang belakangan. Apabila Plato ditempatkan pada urutan sedikit lebih rendah ketimbang Aristoteles dalam daftar sekarang ini, hal ini terutama lantaran Aristoteles bukan saja seorang filosof melainkan pula seorang ilmuwan yang penting. Sebaliknya, penempatan Plato lebih tinggi urutannya ketimbang pemikir-pemikir seperti John Locke, Thomas Jefferson dan Voltaire, sebabnya lantaran tulisan-tulisan ihwal politiknya mempengaruhi dunia cuma dalam jangka masa dua atau tiga abad, sedangkan Plato punya daya jangkau lebih dari dua puluh tiga abad

3. Aristoteles

Nyaris tak terbantahkan, Aristoteles seorang filosof dan ilmuwan terbesar dalam dunia masa lampau. Dia memelopori penyelidikan ihwal logika, memperkaya hampir tiap cabang falsafah dan memberi sumbangsih tak terperikan besarnya terhadap ilmu pengetahuan.

Banyak ide-ide Aristoteles kini sudah ketinggalan jaman. Tetapi yang paling penting dari apa yang pernah dilakukan Aristoteles adalah pendekatan rasional yang senantiasa melandasi karyanya. Tercermin dalam tulisantulisan Aristoteles sikapnya bahwa tiap segi kehidupan manusia atau masyarakat selalu terbuka untuk obyek pemikiran dan analisa. Pendapat Aristoteles, alam semesta tidaklah dikendalikan oleh serba kebetulan, oleh magi, oleh keinginan tak terjajaki kehendak dewa yang terduga, melainkan tingkah laku alam semesta itu tunduk pada hukum-hukum rasional. Kepercayaan ini menurut Aristoteles diperlukan bagi manusia untuk mempertanyakan tiap aspek dunia alamiah secara sistematis dan kita mesti memanfaatkan baik pengamatan empiris dan alasan-alasan yang logis sebelum mengambil keputusan. Rangkaian sikap-sikap ini --yang bertolak belakang dengan tradisi, takhyul dan mistik-- telah mempengaruhi secara mendalam peradaban Eropa.

Aristoteles dilahirkan di kota Stagira, Macedonia, 384 SM. Ayahnya seorang ahli fisika kenamaan. Pada umur tujuh belas tahun Aristoteles pergi ke Athena belajar di Akademi Plato. Dia menetap di sana selama dua puluh tahun hingga tak lama Plato meninggal dunia. Dari ayahnya, Aristoteles mungkin memperoleh dorongan minat di bidang biologi dan "pengetahuan praktis". Di bawah asuhan Plato dia menanamkan minat dalam hal spekulasi filosofis.

Pada tahun 342 SM Aristoteles pulang kembali ke Macedonia, menjadi guru seorang anak raja umur tiga belas tahun yang kemudian dalam sejarah terkenal dengan Alexander Yang Agung. Aristoteles mendidik si Alexander muda dalam beberapa tahun. Di tahun 335 SM, sesudah Alexander naik tahta kerajaan, Aristoteles kembali ke Athena dan di situ dibukanya sekolahnya sendiri, Lyceum. Dia berada di Athena dua belas tahun, satu masa yang berbarengan dengan karier penaklukan militer Alexander. Alexander tidak minta nasehat kepada bekas gurunya, tetapi dia berbaik hati menyediakan dana buat Aristoteles untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan. Mungkin ini merupakan contoh pertama dalam sejarah seorang ilmuwan menerima jumlah dana besar dari pemerintah untuk maksud-maksud penyelidikan dan sekaligus merupakan yang terakhir dalam abad-abad berikutnya.

Walau begitu, pertaliannya dengan Alexander mengandung pelbagai bahaya. Aristoteles menolak secara prinsipil cara kediktatoran Alexander dan tatkala si penakluk Alexander menghukum mati sepupu Aristoteles dengan tuduhan menghianat, Alexander punya pikiran pula membunuh Aristoteles. Di satu pihak Aristoteles kelewat demokratis di mata Alexander, dia juga punya hubungan erat dengan Alexander dan dipercaya oleh orang-orang Athena. Tatkala Alexander mati tahun 323 SM golongan anti-Macedonia memegang tampuk kekuasaan di Athena dan Aristoteles pun didakwa kurang ajar kepada dewa. Aristoteles, teringat nasib yang menimpa Socrates 76 tahun sebelumnya, lari meninggalkan kota sambil berkata dia tidak akan diberi kesempatan kedua kali kepada orang-orang Athena berbuat dosa terhadap para filosof. Aristoteles meninggal di pembuangan beberapa bulan kemudian di tahun 322 SM pada umur enam puluh dua tahun

Hasil murni karya Aristoteles jumlahnya mencengangkan. Empat puluh tujuh karyanya masih tetap bertahan. Daftar kuno mencatat tidak kurang dari seratus tujuh puluh buku hasil ciptaannya. Bahkan bukan sekedar banyaknya jumlah judul buku saja yang mengagumkan, melainkan luas daya jangkauan peradaban yang menjadi bahan renungannya juga tak kurang-kurang hebatnya. Kerja ilmiahnya betul-betul merupakan ensiklopedi ilmu untuk jamannya. Aristoteles menulis tentang astronomi, zoologi, embryologi, geografi, geologi, fisika, anatomi, physiologi, dan hampir tiap karyanya dikenal di masa Yunani purba. Hasil karya ilmiahnya, merupakan, sebagiannya, kumpulan ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari para asisten yang spesial digaji untuk menghimpun data-data untuknya, sedangkan sebagian lagi merupakan hasil dari serentetan pengamatannya sendiri.

Untuk menjadi seorang ahli paling jempolan dalam tiap cabang ilmu tentu kemustahilan yang ajaib dan tak ada duplikat seseorang di masa sesudahnya. Tetapi apa yang sudah dicapai oleh Aristoteles malah lebih dari itu. Dia filosof orisinal, dia penyumbang utama dalam tiap bidang penting falsafah spekulatif, dia menulis tentang etika dan metafisika, psikologi, ekonomi, teologi, politik, retorika, keindahan, pendidikan, puisi, adat-istiadat orang terbelakang dan konstitusi Athena. Salah satu proyek penyelidikannya adalah koleksi pelbagai negeri yang digunakannya untuk studi bandingan.

Mungkin sekali, yang paling penting dari sekian banyak hasil karyanya adalah penyelidikannya tentang teori logika, dan Aristoteles dipandang selaku pendiri cabang filosofi yang penting ini. Hal ini sebetulnya berkat sifat logis dari cara berfikir Aristoteles yang memungkinkannya mampu mempersembahkan begitu banyak bidang ilmu. Dia punya bakat mengatur cara berfikir, merumuskan kaidah dan jenis-jenisnya yang kemudian jadi dasar berpikir di banyak bidang ilmu pengetahuan. Aristoteles tak pernah kejeblos ke dalam rawa-rawa mistik ataupun ekstrim. Aristoteles senantiasa bersiteguh mengutarakan pendapat-pendapat praktis. Sudah barang tentu, manusia namanya, dia juga berbuat kesalahan. Tetapi, sungguh menakjubkan sekali betapa sedikitnya kesalahan yang dia bikin dalam ensiklopedi yang begitu luas.

Pengaruh Aristoteles terhadap cara berpikir Barat di belakang hari sungguh mendalam. Di jaman dulu dan jaman pertengahan, hasil karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Latin, Arab, Itali, Perancis, Ibrani, Jerman dan Inggris. Penulis-penulis Yunani yang muncul kemudian, begitu pula filosof-filosof Byzantium mempelajari karyanya dan menaruh kekaguman yang sangat. Perlu juga dicatat, buah pikirannya banyak membawa pengaruh pada filosof Islam dan berabad-abad lamanya tulisan-tulisannya mendominir cara berpikir Barat. Ibnu Rusyd (Averroes), mungkin filosof Arab yang paling terkemuka, mencoba merumuskan suatu perpaduan antara teologi Islam dengan rasionalismenya Aristoteles. Maimomides, pemikir paling terkemuka Yahudi abad tengah berhasil mencapai sintesa dengan Yudaisme. Tetapi, hasil kerja paling gemilang dari perbuatan macam itu adalah Summa Theologia-nya cendikiawan Nasrani St. Thomas Aquinas. Di luar daftar ini masih sangat banyak kaum cerdik pandai abad tengah yang terpengaruh demikian dalamnya oleh pikiran Aristoteles.

Kekaguman orang kepada Aristoteles menjadi begitu melonjak di akhir abad tengah tatkala keadaan sudah mengarah pada penyembahan berhala. Dalam keadaan itu tulisan-tulisan Aristoteles lebih merupakan semacam bungkus intelek yang jitu tempat mempertanyakan problem lebih lanjut daripada semacam lampu penerang jalan. Aristoteles yang gemar meneliti dan memikirkan ihwal dirinya tak salah lagi kurang sepakat dengan sanjungan membabi buta dari generasi berikutnya terhadap tulisan-tulisannya.

Beberapa ide Aristoteles kelihatan reaksioner diukur dengan kacamata sekarang. Misalnya, dia mendukung perbudakan karena dianggapnya sejalan dengan garis hukum alam. Dan dia percaya kerendahan martabat wanita ketimbang laki-laki. Kedua ide ini-tentu saja --mencerminkan pandangan yang berlaku pada jaman itu. Tetapi, tak kurang pula banyaknya buah pikiran Aristoteles yang mencengangkan modernnya, misalnya kalimatnya, "Kemiskinan adalah bapaknya revolusi dan kejahatan," dan kalimat "Barangsiapa yang sudah merenungi dalam-dalam seni memerintah manusia pasti yakin bahwa nasib sesuatu emperium tergantung pada pendidikan anak-anak mudanya." (Tentu saja, waktu itu belum ada sekolah seperti yang kita kenal sekarang).

4. Thomas Aquinas

Thomas Aquinas (1225, Aquino, Italia – Fossanova, Italia, 7 Maret 1274), kadangkala juga disebut Thomas dari Aquino (bahasa Italia: Tommaso d’Aquino) adalah seorang filsuf dan ahli teologi ternama dari Italia.

Ia terutama menjadi terkenal karena dapat membuat sintesis dari filsafat Aristoteles dan ajaran Gereja Kristen. Sintesisnya ini termuat dalam karya utamanya: Summa Theologiae (1273). Ia disebut sebagai "Ahli teologi utama orang Kristen." Bahkan ia dianggap sebagai orang suci oleh Gereja Katholik dan memiliki gelar santo.

Aquinas merupakan teolog skolastik yang terbesar. Ia adalah murid Albertus Magnus. Albertus mengajarkan kepadanya filsafat Aristoteles sehingga ia sangat mahir dalam filsafat itu. Pandangan-pandangan filsafat Aristoteles diselaraskannya dengan pandangan-pandangan Alkitab. Ialah yang sangat berhasil menyelaraskan keduanya sehingga filsafat Aristoteles tidak menjadi unsur yang berbahaya bagi iman Kristen. Pada tahun 1879, ajaran-ajarannya dijadikan sebagai ajaran yang sah dalam Gereja Katolik Roma oleh Paus Leo XIII.

Thomas dilahirkan di Roccasecca, dekat Aquino, Italia, tahun 1225. Ayahnya ialah Pangeran Landulf dari Aquino. Orang tuanya adalah orang Kristen Katolik yang saleh. Itulah sebabnya anaknya, Thomas, pada umur lima tahun diserahkan ke biara Benedictus di Monte Cassino untuk dibina agar kelak menjadi seorang biarawan. Setelah sepuluh tahun Thomas berada di Monte Cassino, ia dipindahkan ke Naples untuk menyelesaikan pendidikan bahasanya. Selama di sana, ia mulai tertarik kepada pekerjaan kerasulan gereja, dan ia berusaha untuk pindah ke Ordo Dominikan, suatu ordo yang sangat berperanan pada abad itu. Keinginannya tidak direstui oleh orang tuanya sehingga ia harus tinggal di Roccasecca setahun lebih lamanya. Namun, tekadnya sudah bulat sehingga orang tuanya menyerah kepada keinginan anaknya. Pada tahun 1245, Thomas resmi menjadi anggota Ordo Dominikan.

Sebagai anggota Ordo Dominikan, Thomas dikirim belajar pada Universitas Paris, sebuah universitas yang sangat terkemuka pada masa itu. Ia belajar di sana selama tiga tahun (1245 -- 1248). Di sinilah ia berkenalan dengan Albertus Magnus yang memperkenalkan filsafat Aristoteles kepadanya. Ia menemani Albertus Magnus memberikan kuliah di Studium Generale di Cologne, Perancis, pada tahun 1248 - 1252.

Pada tahun 1252, ia kembali ke Paris dan mulai memberi kuliah Biblika (1252-1254) dan Sentences, karangan Petrus Abelardus (1254-1256) di Konven St. Jacques, Paris.

Kecakapan Thomas sangat terkenal sehingga ia ditugaskan untuk memberikan kuliah-kuliah dalam bidang filsafat dan teologia di beberapa kota di Italia, seperti di Anagni, Orvieto, Roma, dan Viterbo, selama sepuluh tahun lamanya. Pada tahun 1269, Thomas dipanggil kembali ke Paris. Ia hanya tiga tahun berada di sana karena pada tahun 1272 ia ditugaskan untuk membuka sebuah sekolah Dominikan di Naples.

Dalam perjalanan menuju ke Konsili Lyons, tiba-tiba Thomas sakit dan meninggal di biara Fossanuova, 7 Maret1274. Paus Yohanes XXII mengangkat Thomas sebagai orang kudus pada tahun 1323.

Thomas mengajarkan Allah sebagai "ada yang tak terbatas" (ipsum esse subsistens). Allah adalah "dzat yang tertinggi", yang memunyai keadaan yang paling tinggi. Allah adalah penggerak yang tidak bergerak. Tampak sekali pengaruh filsafat Aristoteles dalam pandangannya.

Dunia ini dan hidup manusia terbagi atas dua tingkat, yaitu tingkat adikodrati dan kodrati, tingkat atas dan bawah. Tingkat bawah (kodrati) hanya dapat dipahami dengan mempergunakan akal. Hidup kodrati ini kurang sempurna dan ia bisa menjadi sempurna kalau disempurnakan oleh hidup rahmat (adikodrati). "Tabiat kodrati bukan ditiadakan, melainkan disempurnakan oleh rahmat," demikian kata Thomas Aquinas.

Mengenai manusia, Thomas mengajarkan bahwa pada mulanya manusia memunyai hidup kodrati yang sempurna dan diberi rahmat Allah. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, rahmat Allah (rahmat adikodrati) itu hilang dan tabiat kodrati manusia menjadi kurang sempurna. Manusia tidak dapat lagi memenuhi hukum kasih tanpa bantuan rahmat adikodrati. Rahmat adikodrati itu ditawarkan kepada manusia lewat gereja. Dengan bantuan rahmat adikodrati itu manusia dikuatkan untuk mengerjakan keselamatannya dan memungkinkan manusia dimenangkan oleh Kristus.

Mengenai sakramen, ia berpendapat bahwa terdapat tujuh sakramen yang diperintahkan oleh Kristus, dan sakramen yang terpenting adalah Ekaristi (sacramentum sacramentorum). Rahmat adikodrati itu disalurkan kepada orang percaya lewat sakramen. Dengan menerima sakramen, orang mulai berjalan menuju kepada suatu kehidupan yang baru dan melakukan perbuatan-perbuatan baik yang menjadikan ia berkenan kepada Allah. Dengan demikian, rahmat adikodrati sangat penting karena manusia tidak bisa berbuat apa-apa yang baik tanpa rahmat yang dikaruniakan oleh Allah.

Gereja dipandangnya sebagai lembaga keselamatan yang tidak dapat berbuat salah dalam ajarannya. PausSumma Contra Gentiles" dan "Summa Theologia". memiliki kuasa yang tertinggi dalam gereja dan Pauslah satu-satunya pengajar yang tertinggi dalam gereja. Karya teologis Thomas yang sangat terkenal adalah "

5. Baruch de Spinoza

Baruch de Spinoza (24 November 163221 Februari 1677) (Bahasa Ibrani: ברוך שפינוזה) adalah filsufYahudi dari keluarga yang bermigrasi ke Belanda. Pikiran-pikirannya berakar dalam tradisi Filsafat Yahudi yang dirintis sejak Philo yang menggabungkan agama Yahudi dengan Filsafat Yunani. Ciri pokok pemikiran Yahudi adalah usaha memadukan ilmu pengetahuan dan mistik. keturunan

SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Plato

http://media.isnet.org

Kamis, 17 Juli 2008

TEMAN-TEMAN SP MK FILSAFAT (REVISI)

NAMA : Dwi Mei Jayanti

NIM : 107013000173

BLOG : dwimeijayantiuinbi2.blogspot.com

EMAIL : dwimei_jayanti@yahoo.com

HP : 085697166094


NAMA : Tika Septiana Sari

NIM : 107013000820

BLOG : tikaseptianauinbi2a.blogspot.com

EMAIL : tikaseptiana_sari@yahoo.co.id

HP : 08561939135


NAMA : Mega Fiyani

NIM : 107013000047

BLOG : megafiyaniuinbi2.blogspot.com

EMAIL : megafiyani@yahoo.com

HP : 08561348834


NAMA : Aulia Rahmi

NIM : 107013000057

BLOG : auliarahmiuinbi2.blogspot.com

EMAIL : aulia.rahmi90@yahoo.com

HP : 08567880890


NAMA : Malsela Dinia

NIM : 107013000661

BLOG : malseladiniauinjkt.blogspot.com

EMAIL : malsela.dinia@yahoo.co.id

HP : 085697765246


NAMA : Inayah Setiani

NIM : 107013000899

BLOG : inayah-setiani-uin-bi-2b.blogspot.com

EMAIL : inaysetia@yahoo.com

HP : 085281526339


NAMA : M. Firman

NIM : 106013000306

BLOG : firmanmuhammad.blogspot.com

EMAIL : ghokil_97@yahoo.com

HP : 085691897350/021 91859204


NAMA : Syarif Hidayat

NIM : 106013000327

BLOG : syarifhidayattea.blogspot.com

EMAIL : syarifhidayatb.@yahoo.com

HP : 085888582001


NAMA : Rachmawati

NIM : 106013000313

BLOG : rara-unpink.blogspot.com

EMAIL : nine_99_Ra²@yahoo.com

HP : 085691109419


NAMA : Hastri Kustilestari

NIM : 106013000297

BLOG : hastri-kl.blogspot.com

EMAIL : khastri@yahoo.com

HP : 087878112592


NAMA : Vevi Hermayanti

NIM : 106013000324

BLOG : vevihermayanti.blogspot.com

EMAIL : vevihermayanti@yahoo.co.id

HP : 085283878092


NAMA : Hena Khaerunissa

NIM : 106013000298

BLOG : henakhaerunnisa.blogspot.com

EMAIL : henacaem@yahoo.com

HP : 085695039967/02192269671


NAMA : Ruslah

NIM : 106013000317

BLOG : ruslah.blogspot.com

EMAIL : ruslah_dj@yahoo.co.id

HP : 085697453009


NAMA : Sumiati

NIM : 106013000321

BLOG : cokelat-manis.blogspot.com

EMAIL : ghumei_moetz@yahoo.com

HP : 08568603866


NAMA : Dewi Astuti

NIM : 106013000292

BLOG : dewibahasa.blogspot.com

EMAIL : wied32@yahoo.com

HP : 085695035670


NAMA : Nurfamelia

NIM : 107013000442

BLOG : nurfamelia-uinbi-2.blogspot.com

EMAIL : nurfamelia.pathiranisa@yahoo.com

HP : 08567158110


NAMA : Nenden Rosmawati

NIM : 107013000087

BLOG : nendenrosmawati.blogspot.com

EMAIL : rozza_nenden@yahoo.co.id

HP : 085693787276


NAMA : Nuryati

NIM : 107013000091

BLOG : nuryati-psikologi.blogspot.com

EMAIL : noer.green@yahoo.com

HP : 085692235846


NAMA : Rusnaimah

NIM : 107013000728

BLOG : rusnaimah2212.blogspot.com

EMAIL : rusnaimah22@yahoo.com

HP : 08569584500


NAMA : Lilis Suryani

NIM : 107013000872

BLOG :lilis-uin-2b-pbindo.blogspot.com

EMAIL : Liez_lanz@yahoo.com

HP : 08568075686


NAMA : Ani Nurhayati

NIM : 107013000666

BLOG : aninurhayati88-uinbi-2a.blogspot.com

EMAIL : aninurhayati88@yahoo.com

HP : 085694471442


NAMA : Intan Febrina Wulandini

NIM : 107013000668

BLOG : intan-uinbi-2a.blogspot.com

EMAIL : intan_fw90@yahoo.co.id

HP : 08568034118


NAMA : Lutfi Syauki

NIM : 107013000334

BLOG : upybahaza.blogspot.com

EMAIL : upy_change@yahoo.co.id

HP : 085659587493


NAMA : Yusuf Jauhari

NIM : 1060130003327

BLOG : yusufhari94.blogspot.com

EMAIL : yusufhari94@yahoo.co.id

HP : 08567074640


NAMA : Vanesa Primadiyanti

NIM : 107013000725

BLOG : vanesaprimadiyanti-uin-bi-2a.blogspot.com

EMAIL : vanesaprimadiyanti@yahoo.com

HP : 085710508606


NAMA : Didah Nurhamidah

NIM : 107013000328

BLOG : didahnurhamidah.blogspot.com

EMAIL : die_dah_uin@yahoo.co.id

HP : 085710777541


NAMA : Indah Parasanti

NIM : 107013000688

BLOG : indahparas-uinbi-2.blogspot.com

EMAIL : indah_prana@yahoo.co.id

HP : 08999948882


NAMA : Lieza Yanti

NIM : 107013003242

BLOG : lieza-uin-bindo-2b.blogspot.com

EMAIL : sheryl_gerrard@yahoo.co.id

HP : 085693247649


NAMA : Hilda Nurul Mawaddah

NIM : 107013000687

BLOG : psykodahill.blogspot.com

EMAIL : et_roel@yahoo.co.id

HP : 08999159618


NAMA : Anung AdhyNugroho

NIM : 107013000825

BLOG : anungadhy-uin-bi-2b.blogspot.com

EMAIL : latahcokelat_celamitan@yahoo.co.id

HP : 085692890662


NAMA : Durrah Nafisah

NIM : 107013000945

BLOG : durrah-uin-bi-2b.blogspot.com

EMAIL : vivi130689@yahoo.com

HP : 085710914747


NAMA : Halimatus Saadiyah

NIM : 107013001019

BLOG : halimatus-uin-bi-2b.blogspot.com

EMAIL : ade_jmn@yahoo.co.id

HP : 085710031190


NAMA : Mirna Ferdiyawati

NIM : 107013001055

BLOG : mirnaferdiyawati-uin-bi-2b.blogspot.com

EMAIL : mirna.ferdiyawati@yahoo.co.id

HP : 085691909953


NAMA : Idris Afandi

NIM : 107013000798

BLOG : idrisuinbi-2a.blogspot.com

EMAIL : idris_sardi89@yahoo.co.id

HP : 08561264106


NAMA : Gilang Nugraha

NIM : 107013000692

BLOG : gilanguinbi-2a.blogspot.com

EMAIL : g13_soulkeeper@yahoo.co.id

HP : 085695045412


NAMA : chairunnisa

NIM : 107013003259

BLOG : chairunnisa-uin-bind-2b.blogspot.com

EMAIL : n_chairunnisa@yahoo.com

HP : 085880619624


NAMA : Nora Ifriyanti

NIM : 106013000299

BLOG : ara-filsafatumumsp.blogspot.com

EMAIL : nora.nara@yahoo.com

HP : 085697736322


NAMA : halimah

NIM : 107013000234

BLOG : halimahuinbi2.blogspot.com

EMAIL : tusadiahhalima@yahoo.com

HP : 081316215991



bagi teman-teman yang ingin menggunakan lagu online bisa ikuti langkah-langkah berikut

1. kunjungi http//:musik-live.net
2. pilih lagu yang kamu inginkan
3. copy code (ctrl+c) di dalam box
4. buka blog kamu, log in, masuk ke tata letak
5. tambah elemen halaman, pilih HTML/javascrift, paste(ctrl+V)
5. jangan lupa untuk disimpan

sekarang kamu semua sudah dapat menikmati lagu yang kamu suka di blog masing-masing.
Mudahkan,,,,,

silahkan mencoba..

TUGAS FILSAFAT :Pengertian Filsafat

Filsafat berasal dari bahasa Yunani, philosophia dan philoshophos. Menurut bentuk kata, philosophia diambil dari kata philos dan shopia atau philos dan sophos. Philos berarti cinta dan shopia atau shopos berarti kebijaksanaan, pengetahuan, dan hikmah. Dalam pengertian ini seseorang dapat disebut telah berfilsafat apabila seluruh ucapannya dan perilakunya mengandung makna dan ciri sebagai orang yang cinta terhadap kebijaksanaan, terhadap pengetahuan dan terhadap hikmah.


Pada awalnya, kata sofia lebih sering diartikan sebagai kemahiran dan kecakapan dalam suatu pekerjaan, seperti perdagangan dan pelayaran. Dalam perkembangan selanjutnya, makna dari kata kemahiran ini lebih dikhususkan lagi untuk kecakapan di bidang sya’ir dan musik. Makna ini kemudian berkembang lagi kepada jenis pengetahuan yang dapat mengantarkan manusia untuk mengetahui kebenaran murni. Sofia dalam arti yang terakhir ini, kemudian dirumuskan oleh Pythagoras bahwa hanya Dzat Maha Tinggi (Allah) yang mampu melakukannya. Oleh karena itu, manusia hanya dapat sampai pada sifat “pencipta kebijaksanaan”. Pythagoras menyatakan: “cukup seorang menjadi mulia ketika ia menginginkan hikmah dan berusaha untuk mencapainya.”


Harun Hadiwijono berpendapat bahwa filsafat diambil dari bahasa Yunani, filosofia. Struktur katanya berasal dari kata filosofien yang berarti mencintai kebijaksanaan. Dalam arti itu, menurut Hadiwijono filsafat mengandung arti sejumlah gagasan yang penuh kebijaksanaan. Artinya, seseorang dapat disebut berfilsafat ketika ia aktif memperoleh kebijaksanaan. Kata filsafat dalam pengertian ini lebih memperoleh kebijaksanaan. Kata filsafat dalam pengertian ini lebih berarti sebagai “Himbauan kepada kebijaksanaan”.


Harun Nasution beranggapan bahwa kata filsafat bukan berasal dari struktur kata Philos dan shopia, philos dan shophos atau filosofen. Tetapi kata filsafat berasal dari bahasa Yunani yang struktur katanya berasal dari kata philien dalam arti cinta dan shofos dalam arti wisdom. Orang Arab menurut Harun memindahkan kata Philosophia ke dalam bahasa mereka dengan menyesuaikan tabi’at susunan kata-kata bahasa Arab, yaitu filsafat dengan pola (wajan) fa’lala, fa’lalah, dan fi’la. Berdasarkan wajan itu, maka penyebutan kata filsafat dalam bentuk kata benda seharusnya disebut falsafat atau Filsaf.


Harun lebih lanjut menyatakan bahwa kata filsafat yang banyak dipakai oleh masyarakat Indonesia, sebenarnya bukan murni berasal dari bahasa Arab sama seperti tidak murninya kata filsafat terambil dari bahasa Barat, philosophy. Harun justru membuat kompromi bahwa filsafat terambil dari dua bahasa, yaitu Fil diambil dari bahasa Inggris dan Safah dari bahasa Arab. Sehingga kata filsafat, adalah gabungan antara bahasa Inggris dan Arab. Berfilsafat artinya berpikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak terikat pada tradisi, dogma serta agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar persoalannya. Atas dasar itu, maka menurut Harun, secara etimologi filsafat dapat didefinisikan sebagai:
1.Pengetahuan tentang hikmah
2.Pengetahuan tentang prinsip atau dasar
3.mencari kebenaran
4.Membahas dasar dari apa yang dibahas


Ali Mudhafir berpendapat bahwa kata filsafat dalam bahasa Indonesia memiliki padanan kata Falsafah (Arab), Phyloshophy (Inggris), Philosophie (Jerman, Belanda dan Perancis). Semua kata itu, berasal dari bahasa Yunani Philosphia. Kata philosophia sendiri terdiri dari dua suku kata, yaitu Philien, Philos dan shopia. Philien berarti mencintai, philos berarti teman dan sophos berarti bijaksana, shopia berarti kebijaksanaan. Dengan demikian, menurut Ali Mudhafir ada dua arti secara etimologi dari kata filsafat yang sedikit berbeda. Pertama, apabila istilah filsafat mengacu pada asal kata philien dan shopos, maka ia berarti mencintai hal-hal yang bersifat bijaksana (ia menjadi sifat). Kedua, apabila filsafat mengacu pada asal kata philos dan shopia, maka ia berarti teman kebijaksanaan (filsafat menjadi kata benda)

http://xipemai.wordpress.com

Philos artinya cinta; atau philia berarti persahabatan, kasih sayang, kesukaan pada, atau keterikatan pada. Sophia berarti hikmah (wisdom), kebaikan, pengetahuan, keahlian, pengalaman praktis, dan intelegensi

http://gusmus1924.blogspot.com

TUGAS FILSAFAT : Mengapa berfilsafat?

Manusia berfilsafat karena manusia ingin tahu rahasia alam semesta dan segala peristiwa yang ada di dalamnya. Why is there something rather there nothing (mengapa ada sesuatu dan bukannya ketiadaan semata). Mengapa ada manusia; mengapa ada kematian; penderitaan; ketidakadilan; kejahatan? Kemudian pertanyaanya berlanjut “Apa penyebab adanya segala sesuatu? Apa penyebab penderitaan dan keberadaan manusia? Setelah itu manusia mulai bertanya “apa arti segala sesuatu?” apa arti perang, penderitaan, hidup manusia, kedamaian, kematian dsb. Dalam wilayah ini manusia tidak lagi bertanya mengenai “penyebab” tapi “mengapa ada kematian” Apa tujuan hidup? Apa makna di balik penderitaan? Apakah penderitaan itu memanusiakan manusia atau sebaliknya?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang mendorong manusia untuk berfilsafat. Kehausan manusia untuk mencari jawaban terhadap segala hal yang dipertanyakannya. Dalam berfilsafat manusia tidak terbatas terhadap hukum-hukum alam dan kitab suci manapun. Berbeda dengan ilmu-ilmu empiris yang membatasi dirinya pada bidangya masing-masing seturut hukum dan aturannya. Sementara filsafat selalu mencari kemungkinan-kemungkinan baru yang memungkinkan penciptaan-penciptaan baru.

Filsafat bermula dari sebuah pertanyaan. Ada beberapa hal yang merangsang manusia untuk berfilsafat yaitu:

Pertama, ketakjuban. Ketika manusia takjub terhadap peristiwa-peristiwa alam, gaib dan segala sesuatu yang memungkinkan manusia untuk kagum. Bagi Plato pengamatan terhadap bintang-bintang, matahari, dan lagit merangsang manusia untuk melakukan penelitian. Padangan ini semakin diperjelas oleh Aristoteles. Menurutnya karena takjub manusia mulai berfilsafat. Sementara bagi Immanuel Kant ( abad 1 8)bukan hanya takjub terhadap alam ini, melainkan ia juga terpukau memandang hukum moral dalam hatinya, sebagaimana tertulis di batu nisan kuburannya : coelum stellatum supra me, lex moralis intra me (bintang di langit di atasku, tapi hukum moral ada di bawahku).

Kedua, ketidakpuasan. Manusia tidak puas akan jawaban dari mitos-mitos terhadap segala pertanyaanya. Maka manusia mulai mencari jawaban yang meyakinkan dirinya dan bersifat pasti. Akhirnya lambat laun manusia mulai berpikir secara rasional. Akibatnya akal budi mulai berperan. Maka lahirlah filsafat.

Ketiga, hasrat bertanya. Hasrat bertanya membuat manusia mempertanyakan segalanya. Pertanyaan-pertanyaan yang diwujudkan itu tidak hanya sekedar terarah pada wujud sesuatu, melainkan juga terarah pada dasar dan hakikatnya. Inilah salah satu yang menjadi ciri khas filsafat. Mempertanyakan segala sesuatu dengan cara berpikir radikal, sampai ke akar-akarnya, tetapi juga bersifat universal.

Keempat, keraguan. Pertanyaan yang diajukan untuk memperoleh kejelasan yang pasti pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan tentang adanya atau apriori (keraguan atau ketikdakpuasan dan kebingungan) di pihak manusia yang bertanya. Keraguan ini merangsang manusia untuk terus bertanya. Kemudian menggiring manusia untuk berfilsafat.

Sumber : http://noveonline.wordpress.com

Selasa, 15 Juli 2008

TUGAS FILSAFAT : SIGMUND FREUD TENTANG ID, EGO DAN SUPER EGO

Id, merupakan bagian dari alam bawah sadar manusia, yaitu fungsi yang bersifat irasional dan emosional dalam pikiran, didominasi oleh prinsip-prinsip kesenangan. Freud menyatakan bahwa Id mengandung ‘segalanya yang diwariskan, yang ada saat kelahiran, yang tetap berada dalam kejasmanian - di atas semuanya, dengan demikian, adalah insting, yang berasal dari organisasi somatik dan yang menemukan ekspresi kejiwaan pertamanya dalam id pada bentuk yang tidak kita ketahui.”[1] Id adalah pikiran primitif yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan dasar. Pikiran bayi yang baru lahir sepenuhnya dikendalikan oleh Id, yang hanya memikirkan kepuasan mengenai perasaan dan kebutuhan dasar

Bagian kedua, yaitu Ego, berkembang di saat umur si anak mencapai kurang lebih tiga tahun, ketika ia mulai berinteraksi dengan dunia di luar dirinya. Ego, menurutnya, ‘memiliki tugas akan pemeliharaan-diri… yang dilakukannya dengan waspada terhadap rangsangan dari luar, dengan mengingat pengalamannya (dalam memori), dengan menghindar dari rangsangan yang berat (melalui pelarian diri), dengan berkompromi dengan rangsangan yang lebih ringan (melalui adaptasi), dan akhirnya, dengan belajar melakukan modifikasi-modifikasi tertentu pada dunia eksternal untuk memberikan keuntungan pribadi (melalui aktivitas)… dalam hubungannya dengan id, ego melakukan tugasnya dengan mengontrol insting.”[2] Mengenai Ego, Freud menggunakan analogi penunggang kuda, di mana Ego sebagai penunggangnya dan Id sebagai kudanya, di mana si kuda memberikan tenaga dan alasannya sementara sang penunggang mengontrol arah ke mana si kuda melaju (namun di saat-saat yang sulit, si kuda kadangkala mengambil keputusan sendiri pada dataran yang berbatu tajam).

Sementara bagian terakhir, Super-Ego, menyimbolkan suatu figur ayah dan regulasi kultural. Super-Ego merupakan bagian moral dari pikiran, yang terdapat pada area bawah sadar, di mana ia menyimpan nilai-nilai parental dan masyarakat; dan merupakan lawan bagi Id. Super-Ego terbentuk pada penolakan terhadap Oedipus complex, oleh identifikasi dan internalisasi figur ayah setelah sang anak lelaki (menurut Freud Super-Ego dimulai di usia lima tahun) tak dapat memperlakukan ibunya sebagai obyek cinta karena takut dikebiri:

‘Super-Ego mempertahankan peran ayah, yang sebelumnya merupakan Oedipus complex yang lebih kuat yang dengan cepat jatuh pada penindasan (di bawah pengaruh otoritas, pengajaran agama, sekolah, dan sumber bacaan), si penindas di kemudian hari menjadi dominasi super-ego terhadap ego - dalam bentuk kesadaran penuh atau mungkin rasa bersalah di bawah sadar.’ [3]

Super-Ego menyempurnakan peradaban seorang manusia, menekan segala desakan Id yang tak dapat diterima serta berusaha agar Ego bertindak pada standar-standar idealis daripada prinsip-prinsip realistik. Freud menggambarkan Super-Ego sebagai ‘bukan hanya kepribadian orang tua itu sendiri, namun juga tradisi keluarga dan ras yang diwariskan melalui mereka… Super-Ego seorang individu dalam perkembangan dirinya mengambil alih kontribusi dari pewaris dan pengganti orang tuanya di kemudian hari.’[4]

Super-Ego terdiri dari dua bagian, Ego Ideal dan Hati Nurani (Conscience). Ego Ideal merupakan kumpulan peraturan-peraturan yang diakui dan disetujui oleh orangtua dan figure otoritatif lainnya; serta merupakan standar bagi kelakuan-kelakuan yang baik. Mengikuti Ego Ideal akan membawa individu kepada kebanggaan dan keberhasilan. Sementara Hati Nurani mengandung informasi mengenai kelakuan-kelakuan yang dianggap buruk oleh orang tua dan masyarakat, di mana pelanggaran terhadap Hati Nurani akan mengakibatkan konsekuensi-konsekuensi yang buruk seperti hukuman, perasaan bersalah dan penyesalan.

Super-Ego sangat berkaitan dengan Hati Nurani, di mana Super-Ego bertindak sebagai hati nurani yang mempertahankan rasa moralitas seseorang dan menjauhi hal-hal yang tabu, meskipun Super-Ego merupakan wilayah bawah sadar sementara Hati Nurani terdapat pada pikiran sadar kita.


Jadi Id, ego da super ego memilki kesamaan berupa sama-sama bekerja di alam bawah sadar seseorang. Id terdapat ketika bayi, ketika yang dipikirka hanyalah kepuasan mengenai perasaan dan kebutuhan dasar. Ego terdapat ketika seseorang berumug kurang lebih 3 tahun, ego bertugas sebagai pengontrol instingnya. Sedangkan super ego terdapat ketika berumur lima tahun, inilah yang membedakan manusia dengan makhluk yang lainya. Karena bukan hanya berpikir, namun manusia juga berbudaya sehingga timbullah peradaban.

TUGAS FILSAFAT : TEORI MASLOW

Kontribusi Abraham Maslow (1908 - 1970) yang terbesar bagi dunia psikologi adalah teorinya mengenai Hierarki Kebutuhan (Hierarchy of Needs). Teori ini dimunculkan dalam karyanya A Theory of Human Motivation, pada tahun 1943.

Hierarki Kebutuhan Maslow biasanya digambarkan dengan bentuk piramid sehingga disebut Piramida Maslow. Hierarki ini, menggambarkan kebutuhan-kebutuhan dasar manusia (basic needs) terdiri dari lima tingkatan, keempat tingkat terbawah digolongkan menjadi satu sebagai D-needs (deficiency needs atau kebutuhan defisiensi) dan berkaitan dengan kebutuhan fisiologis; sementara tingkat teratas merupakan B-needs (being/growth needs atau kebutuhan untuk menjadi atau bertumbuh).

Tingkat terbawah dari kebutuhan-kebutuhan dasar manusia menurut Maslow adalah kebutuhan-kebutuhan fisiologis (physiological needs). Kebutuhan ini, seperti makan, tidur, dan lainnya; merupakan yang paling mendasari semua kebutuhan lainnya. Seseorang yang kekurangan segalanya dalam hidupnya, maka ia akan berusaha paling keras untuk memenuhi kebutuhan fisiologisnya di atas yang lainnya.

Munculnya kebutuhan fisiologis didasarkan atas dua aspek, yaitu homeostasis dan selera (appetite). Homeostasis merupakan usaha dari dalam tubuh sendiri untuk mempertahankan aliran darah yang konstan dan stabil. Di lain pihak, menurut Young, jika tubuh kekurangan suatu jenis elemen kimia, individu tersebut akan cenderung mengembangkan suatu selera yang spesifik atau kelaparan parsial akan jenis elemen itu.[5]

Setiap kebutuhan fisiologis dan kelakuan konsumtif yang berkaitan bertindak sebagai dasar akan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Misalnya, seseorang yang mengalami kelaparan sebenarnya termotivasi lebih kepada pencarian akan kenyamanan atau kepercayaan; bukannya pada vitamin atau protein.

Jika organisme manusia didominasi oleh kebutuhan-kebutuhan fisiologisnya maka kemungkinan yang dapat terjadi adalah perubahan pada filosofi akan masa depan. Bagi seseorang yang lapar, maka Utopia bagi dia merupakan suatu tempat di mana terdapat makan yang berlimpah ruah. Namun, keadaan ini sangatlah jarang ditemukan di dunia ini. Kultur merupakan suatu perangkat adaptif, yang berfungsi untuk mengurangi kebutuhan-kebutuhan fisiologis. Kelaparan yang ekstrim sangatlah sulit ditemukan di masyarakat-masyarakat yang ada.

Ketika kebutuhan-kebutuhan fisiologis telah dipenuhi, maka sekumpulan kebutuhan lainnya muncul - kebutuhan akan keamanan (the safety needs). Kebutuhan akan keamanan antara lain berupa keinginan akan pekerjaan yang memiliki jabatan dan perlindungan, keinginan untuk memiliki kepemilikan pribadi, atau asuransi, dan lainnya. Aspek yang lebih luas mengenai kebutuhan ini meliputi kecenderungan terhadap hal-hal yang familier daripada yang tidak, atau yang diketahui daripada yang tak diketahui. Kecenderungan untuk memeluk suatu agama atau filosofi (yang mengatur dunia ini) merupakan bagian dari motivasi akan pencarian keamanan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sains dan filosofi dimotivasi oleh kebutuhan ini. Di lain pihak, kebutuhan akan adalah kebutuhan yang muncul secara aktif dan dominan di keadaan-keadaan darurat, seperti perang, penyakit, bencana alam, gelombang kriminal, disorganisasi sosial, dan lain-lain.

Kebutuhan akan keamanan ini dapat dilihat dengan lebih baik pada anak kecil ataupun bayi. Sesuatu kejadian buruk yang melanda seorang anak dapat mengubah dunianya yang tadinya cerah kini menjadi penuh kegelapan, dan pada gilirannya akan mengubah cara pandangnya terhadap dunia. Indikasi lainnya dari kebutuhan akan keamanan pada diri seorang anak adalah kecenderungannya terhadap rutinitas yang tak berubah. Kejadian buruk yang terjadi padanya mengakibatkan si anak merasa tidak aman; dan hal ini bukanlah karena kesakitan yang dideritanya, namun lebih karena ancaman yang muncul yang membuat dunianya menjadi sangat tidak dapat diprediksi dan dipercaya.

Kebutuhan akan cinta (the love needs) merupakan kebutuhan yang akan muncul setelah kedua kebutuhan di atas terpenuhi. Seseorang kini akan merasa lapar akan kehadiran teman, sahabat, kekasih, atau pasangan hidup, atau anak. Ia akan mencari hubungan afektif dengan orang lain lebih dari apapun yang dibutuhkannya di dunia ini.

Satu hal yang penting adalah keberbedaan antara kebutuhan akan cinta dengan seks. Seks bisa saja dipelajari sebagai suatu kebutuhan fisiologis yang murni; meskipun kelakuan seksual tidak dapat dilihat hanya dalam satu aspek, yaitu seksual saja, namun juga aspek lainnya seperti kebutuhan akan cinta. Selain itu, kebutuhan akan cinta meliputi kedua aspek, memberi dan menerima cinta.

Selanjutnya di atas kebutuhan akan cinta adalah kebutuhan akan penghargaan diri (the esteem needs). Semua orang dalam suatu masyarakat menginginkan suatu kehidupan yang stabil dan bernilai tinggi, demi penghargaan dan penghormatan baik dari dalam diri sendiri maupun dari orang lain.


Kebutuhan akan penghargaan diri ini melibatkan dua kelompok. Yang pertama, merupakan hasrat akan kekuatan, akan pencapaian, akan kecukupan, akan kenyamanan di mata dunia, dan akan kemerdekaan dan kebebasan. Sementara yang kedua, adalah hasrat akan reputasi dan prestise (yang didefinisikan sebagai respek atau penghormatan dari orang lain), pengenalan, perhatian, kepentingan, atau apresiasi.

Pemenuhan kebutuhan ini akan mengakibatkan perasaan nyaman, berpunya, kuat, mampu, dan berkecukupan untuk menjadi penting di dunia. Namun kegagalan kebutuhan ini membawa orang pada perasaan inferior dan kelemahan.

Kebutuhan dasar yang terakhir dan sekaligus menempati puncak Piramida Maslow adalah kebutuhan akan aktualisasi diri (the need for self-actualization). Ketika semua kebutuhan telah dipenuhi, tetap saja akan selalu muncul ketidakpuasan hingga seseorang dapat melakukan apa yang sesuai dengan dirinya. Bila seorang dapat menjadi sesuatu, maka ia harus menjadi itu[6]; inilah yang disebut dengan aktualisasi diri.

Aktualisasi diri merujuk pada pemenuhan diri, yaitu kecenderungan seseorang untuk menjadi teraktualisasikan dalam bidang yang ia kuasai. Kecenderungan ini merupakan hasrat yang muncul untuk menjadi lebih dan lebih lagi. Wujud kebutuhan akan aktualisasi diri ini bervariasi untuk tiap individu.

Individu-individu yang mencari aktualisasi diri akan mencari pengetahuan, kedamaian, pengalaman, estetik, kesatuan dengan Tuhan, dan lain sebagainya. Karakteristik-karakteristik mengenai aktualisasi diri menurut Maslow adalah:

Persepsi yang jelas akan realitas: persepsi akurat yang jelas mengenai suatu keadaan dan kemampuan mengenali kepalsuan, serta ketidaktakutan menghadapi ketidaktahuan.

Penerimaan terhadap diri sendiri, orang lain, dan sekitarnya: ketidakmaluan menerima kelemahan dan kecacatan dalam dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitarnya.

Spontanitas, tidak konformis: tindakan spontan dalam kehidupan namun bukan di luar aturan.

Terpusat pada pemecahan masalah: ketertarikan untuk memecahkan masalah.

Privasi dan kebutuhan untuk menyendiri: kebertahanan untuk tetap tak terganggu, yang dapat menyebabkan sikap asosial.

Otonomi, independen terhadap lingkungan dan kultur yang ada: ketidaktergantungan terhadap orang lain atau kebudayaan di luar, namun lebih kepada pertumbuhan dan perkembangan diri sendiri.

Apresiasi segar yang berkelanjutan terhadap kehidupan sekitar: keberlanjutan apresiasi terhadap kesenangan-kesenangan mendasar dalam hidup.

Pengalaman mistik atau pengalaman puncak: pengalaman yang menguatkan dan mengubah diri serta meninggalkan kesan yang mendalam.

Kesatuan dengan kemanusiaan: identifikasi, simpati, dan afeksi kepada orang lain, dan secara umum terhadap kemanusiaan itu sendiri.

Relasi antarpersonal yang dalam: kedekatan, cinta, dan pengenalan yang lebih dalam dari yang biasanya, dan biasanya pada sekelompok kecil teman.

Watak demokratis: penghormatan terhadap setiap orang dan keinginan untuk belajar darinya.

Etika yang berujung pada moral: pembedaan yang jelas antara maksud dan tujuan serta pemahaman akan kebaikan dan keburukan serta kebenaran dan kesalahan yang umumnya berbeda dengan orang lain.

Rasa humor filosofis yang tak menyakitkan: humor cerdas yang intrinsik dan spontan.

Kreativitas dan imajinasi: cara pandang terhadap sesuatu yang segar dan langsung serta naif.

Jadi, teori hierarkis kebutuhan maslow mencangkup:
1. kebutuhan-kebutuhan fisiologis (physiological needs)
2. kebutuhan akan keamanan (the safety needs)
3. Kebutuhan akan cinta (the love needs)
4. kebutuhan akan penghargaan diri (the esteem needs)
5. kebutuhan akan aktualisasi diri (the need for self-actualization)

dari kelima hierarki yang telah disebutkan di atas, manusia lebih cenderung mengutamakan masalah kebutuhan pisiologis daripada kebutuhan yang lainnya

ORANG-ORANG BIJAK BERKATA..

Manusia terbagi kedalam 4 golongan :

  1. Orang yang mengerti dan mengerti bahwa ia megerti, itulah orang yang pandai, maka ikutilah dia
  2. Orang yang mengerti tapi tidak mengerti bahwa ia mengerti, itulah orang yang lalai, maka peringatilah ia
  3. Orang yang tidak mengerti dan ia mengerti bahwa ia tidak mengerti, itulah orang yang sadar diri, maka ajarkanlah ia
  4. Orang yang tidak mengerti dan tidak mengerti bahwa ia tidak mengerti, itulah orang yang bodoh, maka tinggalkanlah ia

Senin, 26 Mei 2008

ALIRAN-ALIRAN PENDIDIKAN



1. ESENSIALISME

Esensialisme adalah pendidikan yang di dasarkan kepada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia. Esensialisme muncul pada zaman Renaissance dengan ciri-ciri utama yang berbeda dengan progresivisme. Perbedaannya yang utama ialah dalam memberikan dasar berpijak pada pendidikan yang penuh fleksibilitas, di mana serta terbuka untuk perubahan, toleran dan tidak ada keterkaitan dengan doktrin tertentu. Esensialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memiliki kejelasan dan tahan lama yang memberikan kestabilan dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas.

Idealisme dan realisme adalah aliran filsafat yang membentuk corak esensialisme. Dua aliran ini bertemu sebagai pendukung esensialisme, akan tetapi tidak lebur menjadi satu dan tidak melepaskan sifatnya yang utama pada dirinya masing-masing.
Dengan demikian Renaissance adalah pangkal sejarah timbulnya konsep-konsep pikir yang disebut esensialisme, karena itu timbul pada zaman itu, esensialisme adalah konsep meletakkan sebagian ciri alam pikir modern. Esensialisme pertama-tama muncul dan merupakan reaksi terhadap simbolisme mutlak dan dogmatis abad pertengahan. Maka, disusunlah konsep yang sistematis dan menyeluruh mengenai manusia dan alam semesta, yang memenuhi tuntutan zaman

Tokoh-tokoh Esensialisme

1. Georg Wilhelm Friedrich Hegel (1770 – 1831)
Georg Wilhelm Friedrich HegelHegel mengemukakan adanya sintesa antara ilmu pengetahuan dan agama menjadi suatu pemahaman yang menggunakan landasan spiritual.

2. George Santayana
George Santayana memadukan antara aliran idealisme dan aliran realisme dalam suatu sintesa dengan mengatakan bahwa nilai itu tidak dapat ditandai dengan suatu konsep tunggal, karena minat, perhatian dan pengalaman seseorang menentukan adanya kualitas tertentu.

Pandangan Esensialisme dan Penerapannya di Bidang Pendidikan
1. Pandangan Essensialisme Mengenai Belajar
Idealisme, sebagai filsafat hidup, memulai tinjauannya mengenai pribadi individu dengan menitik beratkan pada aku. Menurut idealisme, bila seorang itu belajar pada taraf permulaan adalah memahami akunya sendiri, terus bergerak keluar untuk memahami dunia obyektif. Dari mikrokosmos menuju ke makrokosmos.

belajar dapat didefinisikan sebagai jiwa yang berkembang pada sendirinya sebagai substansi spiritual. Jiwa membina dan menciptakan diri sendiri.

2.Pandangan Essensialisme Mengenai Kurikulum
Beberapa tokoh idealisme memandang bahwa kurikulum itu hendaklah berpangkal pada landasan idiil dan organisasi yang kuat


2. PROGRESIVISME
Progresivisme adalah suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Beberapa tokoh dalam aliran ini : George Axtelle, William O. Stanley, Ernest Bayley, Lawrence B. Thomas dan Frederick C. Neff.

Progravisme mempunyai konsep yang didasari oleh pengetahuan dan kepercayaan bahwa manusia itu mempunyai kemampuan-kemampuan yang wajar dan dapat menghadapi dan mengatasi maslah-masalah yang bersifat menekan atau mengancam adanya manusia itu sendiri (Barnadib, 1994:28). Oleh karena kemajuan atau progres ini menjadi suatu statemen progrevisme, maka beberapa ilmu pengetahuan yang mampu menumbuhkan kemajuan dipandang merupakan bagian utama dari kebudayaan yang meliputi ilmu-ilmu hayat, antropologi, psikologi dan ilmu alam.

Progresivisme berpendapat tidak ada teori realita yang umum. Pengalaman menurut progresivisme bersifat dinamis dan temporal; menyala. tidak pernah sampai pada yang paling ekstrem, serta pluralistis. Menurut progresivisme, nilai berkembang terus karena adanya pengalaman-pengalaman baru antara individu dengan nilai yang telah disimpan dalam kehudayaan. Belajar berfungsi untuk :mempertinggi taraf kehidupan sosial yang sangat kompleks. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang eksperimental, yaitu kurikulum yang setiap waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Progresvisme merupakan pendidikan yang berpusat pada siswa dan memberi penekanan lebih besar pada kreativitas, aktivitas, belajar "naturalistik", hasil belajar "dunia nyata" dan juga pengalaman teman sebaya

Tokoh-tokoh Progresivisme
1. William James (11 Januari 1842 – 26 Agustus 1910)
James berkeyakinan bahwa otak atau pikiran, seperti juga aspek dari eksistensi organik, harus mempunyai fungsi biologis dan nilai kelanjutan hidup. Dan dia menegaskan agar fungsi otak atau pikiran itu dipelajari sebagai bagian dari mata pelajaran pokok dari ilmu pengetahuan alam. Jadi James menolong untuk membebaskan ilmu jiwa dari prakonsepsi teologis, dan menempatkannya di atas dasar ilmu perilaku.
2. John Dewey (1859 - 1952)
Teori Dewey tentang sekolah adalah "Progressivism" yang lebih menekankan pada anak didik dan minatnya daripada mata pelajarannya sendiri. Maka muncullah "Child Centered Curiculum", dan "Child Centered School". Progresivisme mempersiapkan anak masa kini dibanding masa depan yang belum jelas
3. Hans Vaihinger (1852 - 1933)
Hans VaihingerMenurutnya tahu itu hanya mempunyai arti praktis. Persesuaian dengan obyeknya tidak mungkin dibuktikan; satu-satunya ukuran bagi berpikir ialah gunanya (dalam bahasa Yunani Pragma) untuk mempengaruhi kejadian-kejadian di dunia. Segala pengertian itu sebenarnya buatan semata-mata; jika pengertian itu berguna. untuk menguasai dunia, bolehlah dianggap benar, asal orang tahu saja bahwa kebenaran ini tidak lain kecuali kekeliruan yang berguna saja.

Pandangan Progesivisme dan Penerapannya di Bidang Pendidikan

Anak didik diberikan kebebasan baik secara fisik maupun cara berpikir, guna mengembangkan bakat dan kemampuan yang terpendam dalam dirinya, tanpa terhambat oleh rintangan yang dibuat oleh orang lain, Oleh karena itu filsafat progressivisme tidak menyetujui pendidikan yang otoriter. Sebab, pendidikan otoriter akan mematikan tunas-tunas para pelajar untuk hidup sebagai pribadi-pribadi yang gembira menghadapi pelajaran. Dan sekaligus mematikan daya kreasi baik secara fisik maupun psikis anak didik.

filsafat progresivisme menghendaki jenis kurikulum yang bersifat luwes
(fleksibel) dan terbuka. Jadi kurikulum itu bisa diubah dan dibentuk sesuai dengan zamannya.Sifat kurikulumnya adalah kurikulum yang dapat direvisi dan jenisnya yang memadai, yaitu yang bersifat eksperimental atau tipe Core Curriculum.
Kurikulum dipusatkan pada pengalaman atau kurikulum eksperimental didasarkan atas manusia dalam hidupnya selalu berinteraksi didalam lingkungan yang komplek.

Progresivisme tidak menghendaki adanya mata pelajaran yang diberikan terpisah, melainkan harus terintegrasi dalam unit. Dengan demikian core curriculum mengandung ciri-ciri integrated curriculum, metode yang diutamakan yaitu problem solving.
Dengan adanya mata pelajaran yang terintegrasi dalam unit, diharapkan anak dapat berkembang secara fisik maupun psikis dan dapat menjangkau aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor.




3. PERENIALISM

Perenialisme merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. Perenialisme berasal dari kata perennial yang berarti abadi, kekal atau selalu. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Perenialisme menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Jalan yang ditempuh oleh kaum perenialis adalah dengan jalan mundur ke belakang, dengan menggunakan kembali nilai nilai atau prinsip prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kuat, kukuh pada zaman kuno dan abad pertengahan.

Pandangan perenialisme tentang pendidikan

kaum perenialis berpandangan bahwa dalam dunia yang tidak menentu dan penuh kekacauan serta mambahayakan tidak ada satu pun yang lebih bermanfaat daripada kepastian tujuan pendidikan, serta kestabilan dalam perilaku pendidik. Mohammad Noor Syam (1984) mengemukakan pandangan perenialis, bahwa pendidikan harus lebih banyak mengarahkan pusat perhatiannya pada kebudayaan ideal yang telah teruji dan tangguh. Perenialisme memandang pendidikan sebagai jalan kembali atau proses mengembalikan keadaan manusia sekarang seperti dalam kebudayaan ideal.
Beberapa pandangan tokoh perenialisme terhadap pendidikan:
1. Program pendidikan yang ideal harus didasarkan atas paham adanya nafsu, kemauan, dan akal (Plato)
2. Perkemhangan budi merupakan titik pusat perhatian pendidikan dengan filsafat sebagai alat untuk mencapainya ( Aristoteles)
3. Pendidikan adalah menuntun kemampuan-kemampuan yang masih tidur agar menjadi aktif atau nyata. (Thomas Aquinas)
Tokoh-tokoh Perenialisme
1. Plato
Tujuan utama pendidikan adalah membina pemimpin yang sadar akan asas normative dan melaksanakannya dalam semua aspek kehidupan
2. Aristoteles
Ia menganggap penting pembentukan kebiasaan pada tingkat pendidikan usia muda dalam menanamkan kesadaran menurut aturan moral
3. Thomas Aquinas
Thomas berpendapat pendidikan adalah menuntun kemampuan-kemampuan yang masih tidur menjadi aktif atau nyata tergantung pada kesadaran tiap-tiap individu. Seorang guru bertugad untuk menolong membangkitkan potensi yang masih tersembunyi dari anak agar menjadi aktif dan nyata

4. REKONSTRUKSIONISME

Kata rekonstruksionisme dalam bahasa Inggeris rekonstruct yang berarti menyusun kembali. Dalam konteks filsafat pendidikan, aliran rekonstruksionisme adalah suatu aliran yang berusaha merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern. Aliran rekonstruksionisme, pada prinsipnya, sepaham dengan aliran perenialisme, yaitu hendak menyatakan krisis kebudayaan modern. Kedua aliran tersebut, aliran rekonstruksionisme dan perenialisme, memandang bahwa keadaan sekarang merupakan zaman yang mempunyai kebudayaan yang terganggu oleh kehancuran, kebingungan dan kesimpangsiuran

proses dan lembaga pendidikan dalam pandangan rekonstruksionisme perlu merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang baru, untuk mencapai tujuan utama terse but memerlukan kerjasama antar ummat manusia.





Tokoh-tokoh Rekonstruksionisme
Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930, ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas dan adil. Beberapa tokoh dalam aliran ini: Caroline Pratt, George Count, Harold Rugg

Pandangan Rekonstruksionisme dan Penerapannya di Bidang Pendidikan

Aliran rekonstruksionisme berkeyakinan bahwa tugas penyelamatan dunia merupakan tugas semua umat manusia atau bangsa. Karenanya pembinaan kembali daya inetelektual dan spiritual yang sehat akan membina kembali manusia melalui pendidikan yang tepat atas nilai dan norma yang benar pula demi generasi sekarang dan generasi yang akan datang, sehingga terbentuk dunia baru dalam pengawasan umat manusia.

Kemudian aliran ini memiliki persepsi bahwa masa depan suatu bangsa merupakan suatu dunia yang diatur, diperintah oleh rakyat secara demokratis dan bukan dunia yang dikuasai oleh golongan tertentu. Sila-sila demokrasi yang sungguh bukan hanya leori tetapi mesti menjadi kenyataan, sehingga dapat diwujudkan suatu dunia dengan potensi-potensi teknologi, mampu meningkatkan kualitas kesehatan, kesejahteraan dan kemakmuran serta keamanan masyarakat tanpa membedakan warna kulit, keturunan, nasionalisme, agama (kepercayaan) dan masyarakat bersangkutan.



DAFTAR PUSTAKA

wahyudisy.blogspot.com
id.wikipedia.org/wiki/Progresivisme
mawardiumm.blogspot.com
pakguruonline.pendidikan.net
wahyudisy.blogspot.com
blog.persimpangan.com.

Kamis, 01 Mei 2008

cliklah kado yang ada di dalam

bgcolor="ffffff" align="middle" type="application/x-shockwave-flash" />